Jumat, 12 Desember 2014

Manifestasi Lembaga dari Revolusi Mental



 Hingar-bingar pesta politik 2014 telah berakhir, indonesia memiliki pemimpin baru dalam sejarah perjalanan bangsa. Demokrasi dan kehidupan politik berbangsa juga semakin matang di tunjukkan masyarakat indonesia dengan terciptanya pemilu yang aman tanpa ada kisruh berarti. Ir. H. Joko Widodo di daulat menjadi pemimpin baru bangsa indonesia pada penyelenggaraan pemilu 2014.
Joko widodo tampil sebagai pemenang pilpres mengungguli kompetitornya Prabowo Subianto. Dalam perjalanannya, joko widodo mengusung konsep revolusi mental sebagai makna perubahan yang akan di bawa olehnya jika memimpin indonesia ke depan. Hal ini juga di tegaskan beliau sewaktu kampanye pilpres.
      Revolusi mental menjadi instrumen yang berharga untuk kemenangan pasangan Jokowi-JK, mengangkat konsep revolusi mental bagi masyarakat indonesia merupakan hal yang tidak lumrah dan tidak mudah tentunya. Selain harus matang dalam perencanaan, implementasi dari konsep ini pun harus jelas arahnya, sehingga semua pihak dapat dengan “legowo” menjalankan apa yang di sebut sebagai revolusi mental .

Pada tulisan beliau yang mengangkat judul revolusi mental, jokowi menjadikan konsep trisakti dari bung karno sebagai acuan sekaligus sebagai patron beliau dalam membuat konsep revolusi mental ini.

     Namun seiring perjalanan waktu mulai dari pengumuman pemenang pemilu oleh KPU dan MK sampai pada pengumuman kabinet hingga detik ini, konsep yang begitu mendasar dan cemerlang ini menguap begitu saja ke permukaan.

 
Revolusi Mental harus di manifestasikan secara nyata

 
Terlalu dini memang, jika di katakan jokowi meninggalkan konsep ini dan hanya menjadikan revolusi mental sebagai instrumen politik belaka, namun pada kenyataannya kata revolusi mental tertinggal oleh frasa kabinet kerja, kartu indonesia sehat dan kartu indeonesia pintar, belum lagi isu lain seperti kenaikan harga bbm dan juga penghapusan kolom agama di KTP. Padahal revolusi mental merupakan ide sekaligus role model yang sangat berharga untuk menuju kepada kedaulatan bangsa seutuhnya.

     Revolusi sendiri dapat diartikan sebagai perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.

Sementara mental secara harfiah dapat di artikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan batin dan watak manusia. Revolusi mental bisa dikatakan perubahan secara cepat terhadap sesuatu yang berkenaan dengan batin dan watak (pola fikir dan kebiasaan), tentu perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang sifatnya progresif dan visioner.

Dengan konsep revolusi mental di harapkan dapat terjadi character building (pembangunan karakter) manusia indonesia, tidak melulu pembangunan fisik yang diutamakan.

    Sejujurnya saya kagum dengan konsep yang beliau angkat pada pemilu lalu, namun jika melihat keseriusan beliau dalam menjalankan revolusi mental belakangan ini, malah justru saya menjadi pesimis.

Hal utama yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana implementasi dari revolusi mental ini di jalankan dan apa sesungguhnya yang menjadi manifestasi dari revolusi mental di dalam pemerintahan.

      Merujuk pada hal tersebut alangkah baiknya jika pak joko widodo membuat sebuah lembaga atau kementerian yang fokus pada masalah pembenahan mental atau revolusi mental bangsa, mungkin bisa di sebut sebagai “lembaga atau kementerian pemikiran negara”, sebuah kementerian atau lembaga yang menjalankan tugas dan fungsi utama sebagai pencetus ide, gagasan dan perumusan sekaligus sebagai pembelajaran terhadap pembenahan mental dan budaya bangsa dalam hal ini adalah proses pembiasaan rakyat sampai dapat terbentuk masyarakat dengan karakter dan pola fikir yang di harapkan mengubah mentalitas bangsa sesuai dengan cita-cita trisakti sebagai patron dari revolusi mental.

Selain itu, kementerian atau lembaga ini juga di fungsikan sebagai penjaga nilai luhur ideologi bangsa yaitu, Pancasila, dari gangguan ideologi lain. Adanya hal tersebut di harapkan menjadi jalan keluar, juga solusi dari masalah krisis mentalitas bangsa sehingga butuh di revolusi. Dengan demikian dapat menyentuh lebih dalam kajian dan diskusi-diskusi soal revolusi mental termasuk implementasinya terhadap masyarakat luas.

   Sementara yang terjadi saat ini tidak ada satu pun cerminan dalam pemerintahan yang menjadi manifestasi dari revolusi mental. Postur kabinet yang di harapkan secara substantif dapat menyentuh pola fikir bangsa dan membangun karakter manusia indonesia melalui revolusi mental, tidak terjadi.

Kementerian pendidikan sebagai ujung tombak dan manifestasi Revolusi Mental ?

Pemecahan kementerian pendidikan menjadi 2, yaitu kementerian pendidikan dasar dan kebudayaan lalu kementerian pendidikan menengah, tinggi dan riset tekhnologi, tidak lantas menjadi jalan keluar dan memberi makna pada revolusi mental yang di dengungkan selama ini. Bahkan cenderung tidak jelas arah dan tujuan dari kementerian yang sebelumnya menjadi satu tersebut.

 

    Apakah dengan pemisahan kementerian, lantas pak jokowi dapat menjalankan revolusi mental sesuai harapannya ?

            
       Kementerian pendidikan memang erat kaitannya dengan proses pembentukan karakter, namun tidak ada urgensi memisahkan antara pendidikan dasar dan pendidikan menengah juga tinggi.

Jika sasarannya adalah pendidikan dasar diharapkan mendapat output yang lebih nasionalis dan mengenal budaya bangsa karena substansi pendidikan menyoal budaya ada di kementerian pendidikan dasar, lalu pendidikan menengah dan tinggi diharapkan dapat menciptakan output yang berorientasi pada riset dan tekhnologi, maka saya khawatir nantinya manusia indonesia yang cakap dalam riset tekhnologi malah akan melupakan jati diri bangsa indonesia. Hal ini harus jelas arahnya agar tidak salah kaprah.

            Jika belajar pada restorasi meiji di jepang dan juga revolusi industri di inggris, ada sebuah gerakan sosial yang menghantarkan kondisi negara pada tingkatan perubahan. Revolusi industri lebih nyata, gerakan perubahan sosial pada revolusi industri di tandai dengan banyaknya hasil penemuan berdasar riset tekhnologi, sehingga menghantarkan inggris pada kondisi industrialiasasi terhadap kehidupan sosialnya.

Perjalanannya pun tidak tiba-tiba terjadi begitu saja, saat revolusi industri terjadi ada beberapa lembaga riset yang menunjang itu semua, diantaranya The Royal Society for Improving Natural Knowledge dan The Royal Society of England (1662).

            Hal ini memang lumrah dan cenderung harus di lakukan, semangat revolusi mental yang selama ini menjadi jargon kampanye presiden joko widodo di harapkan sebagai sebuah gerakan sosial yang didasari keinginan kuat merubah mentalitas bangsa dengan presiden menjadi panglima.

Walaupun pada akhir tulisan pak jokowi, isinya hanya menghimbau jika revolusi mental harus di mulai dari pribadi masing-masing, jika ini mengenai kepentingan bangsa dan negara kedepannya dan di anggap penting di lakukan maka harus ada aksi nyata dari pak joko widodo soal revolusi mental dan jelas negara harus hadir di dalam masyarakat agar terjadi kesinambungan demi terwujudnya revolusi mental.


Entah dimulai dengan konsentrasi dan fokus pada sebuah lembaga atau di giatkan melalui sistem yang nantinya di bangun pak jokowi dalam pemerintahannya. Satu hal yang pasti, pak joko widodo jangan di biarkan sendiri dalam membentuk tatanan indonesia yang hebat, tapi di perlukan sumbangsih dari seluruh pihak dan elemen masyarakat dalam upaya mewujudkan karakter building melalui revolusi mental agar tercipta kondisi seperti yang di cita-citakan founding father melalui maklumat TRISAKTI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar