Beberapa hari ini media di indonesia ramai
memberitakan kematian seorang gadis kecil asal Bali bernama Angeline. Setelah sebelumnya
anak kecil yang tinggal bersama ibu angkatnya ini di beritakan menghilang dari
rumahnya, melalui laporan ke kepolisian dan juga posting ke media sosial akhirnya
publik mengetahui hilangnya gadis cantik ini. Ada dugaan sebelumnya jika
angeline melarikan diri akibat tidak tahan dengan siksaan fisik yang di lakukan
ibu angkatnya setiap hari. Dan ternyata setelah melalui proses penyelidikan
oleh kepolisian, angeline di temukan tewas terkubur di belakang rumahnya dengan
luka fisik di tubuhnya. Kematian Angeline adalah duka bagi kita semua, kematian
angeline adalah cermin dari masih banyaknya kekerasan yang di lakukan pada
anak-anak bangsa Indonesia.
Miris
melihat hal ini, mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa, tonggak
kemajuan bangsa Indonesia di masa depan ada di tangan mereka. Namun nasib
mereka jarang sekali menjadi perhatian negara. Kecuali jika ada agenda musiman
mengenai anak atau tekanan dari negara luar untuk lebih memperhatikan nasib
anak Indonesia atas nama HAM (hak azazi manusia). Kasus angeline telah menjadi
nasehat dan pelajaran berharga bagi orang tua dan masyarakat Indonesia, tentang
bagaimana indikasi anak yang mendapat kekerasan dari lingkungan tinggalnya.
Dari
pemberitaan pula angeline di ketahui jika menjadi murung pada saat bergaul dengan
teman sekolahnya belakangan ini, bahkan ada tanda penganiayaan fisik di
tubuhnya. Namun hal tersebut di anggap angin lalu oleh mereka yang mengetahui.
Kasus
angeline juga terdeskripsikan di luar nalar bagi kita semua, selain kekerasan
fisik dari orangtua angkatnya, angeline juga mendapat perlakuan tidak
menyenangkan, hal yang teramat keji bagi kita yang berfikir. Selama tinggal di
tempat orang tua angkatnya di Bali, angeline mendapat kekerasan seksual dari
penjaga rumah atau pegawai ibu angkatnya. Anak seumur angeline mendapatkan
kekerasan fisik dan seksual dari lingkungan tinggalnya, jelas hal ini
mengganggu kejiwaan angeline sebagai manusia apalagi sebagai anak-anak. Ini bukan
kematian biasa atau juga sudah lumrah dan biasa kehilangan satu nyawa, tapi ini
tentang bagaimana kekerasan terhadap anak masih sangat banyak terjadi.
Hal
ini mengganggu nurani saya, di luar kasus angeline masih banyak cerita dan
kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Indonesia, entah itu di lakukan
keluarga, lingkungan permainan, ataupun oleh orang yang tak di kenal. Secara Lembaga
Indonesia memiliki KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), namun lembaga ini
seakan kekurangan tajinya dalam formulasi mengurangi kekerasan anak. Sepertinya
lembaga ini berperan pada hal yang sudah terjadi (penindakan) tapi kurang fokus
pada tindak pencegahan (preventif) kekerasan pada anak. Saya tidak bermaksud
menyinggung KPAI dalam maraknya kasus kekerasan pada anak, tapi coba KPAI lebih
produktif dalam hal-hal yang bersifat pencegahan.
Kita
masyarakat Indonesia tentu berharap untuk tidak ada lagi kasus kekerasan anak
yang terjadi, jangan ada lagi nyawa anak melayang akibat kekerasan yang di
lakukan lingkungannya. Kasus angeline, gadis cantik yang tak berdosa, tidak tau
apa-apa soal tujuan hidup, tidak mengerti kenapa dia di pukul hingga lebam,
tidak paham kenapa setiap hari ada rasa sakit di tubuhnya, membuat kita
seharusnya perduli dan lebih menjaga anak-anak, entah di keluarga kita ataupun
di lingkungan kita. Laporkan segera pada pihak yang berwenang bila ada anak
terindikasi mengalami kekerasan fisik, seksual maupun psikis.
Harapan
anak-anak Indonesia tidak boleh mati, anak-anak juga adalah harapan kita semua.
Di masa depan, anak-anak inilah yang akan memegang kuasa pada dunia. Pada anak-anak
inilah bangsa Indonesia akan menjadi mercusuar dunia. Mereka penerus generasi,
mereka pewaris yang berjati diri. Hentikan kekerasan pada anak. Bangun karakter
cinta Tanah Air dan bangsa Indonesia pada Jiwa mereka. Karena itulah Negara
harus senantiasa hadir dalam upaya melindungi dan memelihara anak-anak sebagai
aset masa depan Bangsa Indonesia. Angeline kematian mu akan jadi nasehat untuk
kami agar lebih baik lagi memberi perlakuan pada yang sebaya Mu. Tenanglah disana,
Doa kami menyertaimu Nak.
RIP ANGELINE...................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar