Jumat, 12 Juni 2015

Matinya Angeline dan Harapan anak-anak Indonesia

            Beberapa hari ini media di indonesia ramai memberitakan kematian seorang gadis kecil asal Bali bernama Angeline. Setelah sebelumnya anak kecil yang tinggal bersama ibu angkatnya ini di beritakan menghilang dari rumahnya, melalui laporan ke kepolisian dan juga posting ke media sosial akhirnya publik mengetahui hilangnya gadis cantik ini. Ada dugaan sebelumnya jika angeline melarikan diri akibat tidak tahan dengan siksaan fisik yang di lakukan ibu angkatnya setiap hari. Dan ternyata setelah melalui proses penyelidikan oleh kepolisian, angeline di temukan tewas terkubur di belakang rumahnya dengan luka fisik di tubuhnya. Kematian Angeline adalah duka bagi kita semua, kematian angeline adalah cermin dari masih banyaknya kekerasan yang di lakukan pada anak-anak bangsa Indonesia.
            Miris melihat hal ini, mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa, tonggak kemajuan bangsa Indonesia di masa depan ada di tangan mereka. Namun nasib mereka jarang sekali menjadi perhatian negara. Kecuali jika ada agenda musiman mengenai anak atau tekanan dari negara luar untuk lebih memperhatikan nasib anak Indonesia atas nama HAM (hak azazi manusia). Kasus angeline telah menjadi nasehat dan pelajaran berharga bagi orang tua dan masyarakat Indonesia, tentang bagaimana indikasi anak yang mendapat kekerasan dari lingkungan tinggalnya.
            Dari pemberitaan pula angeline di ketahui jika menjadi murung pada saat bergaul dengan teman sekolahnya belakangan ini, bahkan ada tanda penganiayaan fisik di tubuhnya. Namun hal tersebut di anggap angin lalu oleh mereka yang mengetahui.
            Kasus angeline juga terdeskripsikan di luar nalar bagi kita semua, selain kekerasan fisik dari orangtua angkatnya, angeline juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan, hal yang teramat keji bagi kita yang berfikir. Selama tinggal di tempat orang tua angkatnya di Bali, angeline mendapat kekerasan seksual dari penjaga rumah atau pegawai ibu angkatnya. Anak seumur angeline mendapatkan kekerasan fisik dan seksual dari lingkungan tinggalnya, jelas hal ini mengganggu kejiwaan angeline sebagai manusia apalagi sebagai anak-anak. Ini bukan kematian biasa atau juga sudah lumrah dan biasa kehilangan satu nyawa, tapi ini tentang bagaimana kekerasan terhadap anak masih sangat banyak terjadi.            

             Hal ini mengganggu nurani saya, di luar kasus angeline masih banyak cerita dan kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Indonesia, entah itu di lakukan keluarga, lingkungan permainan, ataupun oleh orang yang tak di kenal. Secara Lembaga Indonesia memiliki KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), namun lembaga ini seakan kekurangan tajinya dalam formulasi mengurangi kekerasan anak. Sepertinya lembaga ini berperan pada hal yang sudah terjadi (penindakan) tapi kurang fokus pada tindak pencegahan (preventif) kekerasan pada anak. Saya tidak bermaksud menyinggung KPAI dalam maraknya kasus kekerasan pada anak, tapi coba KPAI lebih produktif dalam hal-hal yang bersifat pencegahan.
            Kita masyarakat Indonesia tentu berharap untuk tidak ada lagi kasus kekerasan anak yang terjadi, jangan ada lagi nyawa anak melayang akibat kekerasan yang di lakukan lingkungannya. Kasus angeline, gadis cantik yang tak berdosa, tidak tau apa-apa soal tujuan hidup, tidak mengerti kenapa dia di pukul hingga lebam, tidak paham kenapa setiap hari ada rasa sakit di tubuhnya, membuat kita seharusnya perduli dan lebih menjaga anak-anak, entah di keluarga kita ataupun di lingkungan kita. Laporkan segera pada pihak yang berwenang bila ada anak terindikasi mengalami kekerasan fisik, seksual maupun psikis.
            Harapan anak-anak Indonesia tidak boleh mati, anak-anak juga adalah harapan kita semua. Di masa depan, anak-anak inilah yang akan memegang kuasa pada dunia. Pada anak-anak inilah bangsa Indonesia akan menjadi mercusuar dunia. Mereka penerus generasi, mereka pewaris yang berjati diri. Hentikan kekerasan pada anak. Bangun karakter cinta Tanah Air dan bangsa Indonesia pada Jiwa mereka. Karena itulah Negara harus senantiasa hadir dalam upaya melindungi dan memelihara anak-anak sebagai aset masa depan Bangsa Indonesia. Angeline kematian mu akan jadi nasehat untuk kami agar lebih baik lagi memberi perlakuan pada yang sebaya Mu. Tenanglah disana, Doa kami menyertaimu Nak.



RIP ANGELINE................... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar