Sabtu, 13 September 2014

Cinta Menurut Socrates (Ilustrasi)

Di sore hari, saat matahari hampir tiba di peraduannya. Socrates dan plato berbincang hangat, kali ini bukan menyoal budaya, masyarakat ataupun alam. Tapi kali ini menyoal hakekat dasar manusia, CINTA.

Plato bertanya pada socrates, sebenarnya bagaimana bentuk cinta sejati dalam pencarian di kehidupan ? Lalu socrates mengajak plato ke sebuah hamparan rumput. Sambil berjalan, socrates mengambil beberapa ranting pohon lalu menyimpannya. Di tempat tujuan socrates menyuruh plato diam, lalu socrates berjalan sambil meletakkan ranting-ranting yang di ambilnya tadi pada hamparan rumput, secara berbaris satu per satu.

Socrates lalu menghampiri plato, dan berkata, plato ini analogi pencarian cinta sejati. Kamu berjalan ke arah ranting yang telah ku susun tadi, temukan lah ranting terbaik, tapi kamu tidak boleh mundur lagi ketika ranting terbaik sudah kau temukan.

Lalu plato berjalan sambil memilih ranting yang menurutnya terbaik. Beberapa menit berlalu, dan plato menemui socrates tanpa satu pun ranting yang ia ambil.

Socrates bertanya, kenapa tidak ada satu pun ranting yang kau ambil ?
Jawaban plato, ketika aku berjalan dan mulai mencari, di tengah pencarianku aku telah dapatkan ranting terbaik, tapi aku mencoba berspekulasi, mungkin di depan sana masih ada yang lebih baik. Tapi aku salah, di depan sana tidak ada ranting yang lebih baik dari yang ku temukan tadi. Karena tidak boleh mundur, akhirnya aku tidak mengambil satu pun. Sebab aku telah lewatkan ranting terbaik itu dengan spekulasi di depan masih ada yang lebih baik.

Itulah cinta sejati. Tanpa kita sadari dia sering kita lewatkan demi waktu ke depan yang membuat kita mencari, alhasil kekecewaan lah yang hadir. Yakinlah ketika menemukan yang terbaik, jangan berspekulasi terhadap masa depan cinta yang ternyata tak jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar