Tahun 1998 reformasi dimulai, pendudukan gedung DPR/MPR terjadi, saat
itu beranjak sekolah dasar. Media ramai-ramai memberitakan bahwa
mahasiswa telah berhasil menduduki gedung DPR/MPR untuk menuntut adanya
reformasi dengan simbol turunnya rezim orde baru yang di komandoi pak
soeharto.
Dalam benak saya saat itu, menjadi mahasiswa itu hebat, kita bisa
menggoreskan sejarah dengan tangan kita sendiri. Hanya mahasiswa yang
bisa bahkan statusnya pun menjadi agent of change atau agen perubahan.
Luar biasa beban dan tanggung jawab menyandang status itu. Perubahan
dalam skala universal dan sifatnya yang masif.
Impian itu saya lanjutkan dan buktikan ketika masuk perguruan tinggi
seperti apa sebenarnya dunia kampus yang di isi oleh kaum intelegensia.
Hari pertama masuk sampai minggu pertama semua membosankan. Hanya
belajar, duduk di kelas, menunggu dosen masuk, sebagian mengincar absen,
sebagian memang berniat untuk mengetahui apa yang akan di jelaskan
dosen.
Sebulan berjalan saya mulai mencari tau dan menghubungkannya ke sejarah.
Apa ini dunia yang saya impikan ?
Apa ini dunia yang bisa menghasilkan perubahan secara kumulatif ?
Semua kontradiktif dengan angan-angan saya.
Untuk mendapat Indeks prestasi yang baik tak jarang yang menggunakan
berbagai cara, mencontek, melobby dosen dan sebagainya. Masuk kelas
hanya mengincar absen karena penilaian afektif 40%. Ini dunia
pembodohan. Katanya mereka agen perubahan, tapi apa yang mau di rubah
kalau diri sendiri masih semrawut. Kalaupun tidak mau turun ke jalan
silahkan rubah keadaan ini dengan kualitas individu yang akan menularkan
kualitas secara masif lalu timbul pertumbuhan dan perubahan nantinya.
Tapi kualitas apa ?
Seperti apa gaya perubahannya jika budaya apatisme dan western yang di bawa masuk ke kampus ?
Indonesia butuh generasi muda yang nasionalis, bukan sekedar jenius.
Indonesia butuh pemuda yang cerdas, tidak hanya pintar. Indonesia butuh
pemuda yang berani mendobrak kungkungan zaman bukan malah terpenjara
dengan modernisme.
Kita semua yang merasa muda dan memiliki andil dalam perubahan
bangsa, mari kita berikan seluruh apa yang kita punya untuk bangsa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar