Catatan Harian 1
Agaknya hari ini banyak menimbulkan tanya setelah membaca buku Soe Hok Gie. Soe Hok Gie mau tidak mau dan suka tidak suka merupakan orang yang realis, bahkan cenderung utopis. Agaknya benar yang di katakan ahmad wahib tentangnya. Tulisannya tentang politik seperti memanggang roti untuk tamu, kita tidak memakannya, tapi mereka yang makan. Aku suka dengan gaya tulisannya, lugas dan memang berani, yang paling aku suka ketika menulis tentang romantika, dia juga berani telanjang pada tulisannya.
catatan harian seorang demonstran memang bukan untuk konsumsi umum awalnya, Gie hanya menulis kesehariannya. Sama seperti anak SMP yang menulis diary. Namun sekali lagi, dalam catatan hariannya banyak yang tersirat tentang perjalanan anak manusia menghadapi keadaan yang dimana dia sangat mengetahuinya. Itu membuka sedikit tabir sejarah tentang bagaimana kehidupan aktivis di tahun 60-an.
saya sendiri harus berterima kasih padanya, mungkin karena dia saya sedikit kembali produktif dalam membaca. Satu hari ini hampir satu bukunya habis di baca.
Tidak banyak hal tentang cinta yang di lalui hari ini, saya masih skeptis dengan cinta, tapi komunikasi tetap berjalan. Mungkin dia yang bisa membuka tabir skeptis saya. Selama kita komunikasi, kita selalu sependapat dalam banyak hal. Mudah-mudahan terus seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar